anwarsigit.com - Manajemen Moneter Pengertian, Perkembangan, Fungsi, Tujuan, Asas, Tugas, Kegiatan, Analisis, Pelaporan, Pakar: Administrasi keuangan adalah kegiatan yang terdiri dari penataan, pemeriksaan, perencanaan, pengendalian, pengadaan, dan penyimpanan dana yang diklaim oleh suatu organisasi. organisasi atau organisasi. Pengertian Manajemen Keuangan Definisi administrasi moneter cukup beragam seperti yang ditunjukkan oleh penerjemah. Menurut Prof. Dr. Bambang Riyanto administrasi moneter adalah “segala kegiatan organisasi yang berhubungan dengan usaha untuk mendapatkan dana yang diperlukan oleh organisasi dan usaha untuk menggunakan dana tersebut dengan sebaik-baiknya”. Dari segi administrasi, pengertian ini berarti bahwa administrasi moneter meliputi pengaturan, pemeriksaan, dan pengendalian kegiatan moneter organisasi. Administrasi moneter adalah kegiatan yang terdiri dari mengatur, memeriksa, merencanakan, mengendalikan, memperoleh, dan menyimpan dana yang dimiliki oleh suatu kantor, organisasi atau organisasi. Pengertian Manajemen Keuangan Menurut Para Ahli Para ahli ekonomi memberikan pandangannya terhadap konsep manajemen keuangan, diantaranya ialah : Bambang Ryanto Penatausahaan moneter adalah kegiatan yang dilakukan oleh lembaga/perusahaan keuangan yang berhubungan erat dengan dunia usaha dalam memperoleh dana yang diperlukan dengan biaya yang paling kecil dengan syarat dan upaya yang ideal untuk menggunakan dana secara nyata dan efisien. Liehman Manajemen Keuangan ialah sebuah upaya dalam menyediakan uang serta mendayagunakannya untuk memperoleh aktiva (aset) James Van Horne Manajemen keuangan ialah setiap aktivitas yang erat kaitannya dengan upaya perolehan dana dan managerialisasi aset (aktiva) dengan tujuan menyeluruh Perkembangan Manajemen Keuangan Disiplin uang telah berkembang dari disiplin deskriptif menjadi lebih berwawasan dan teoretis. Kemajuan ini karena banyaknya kontribusi para ekonom dalam pendefinisian teori moneter seperti gagasan perencanaan modal dengan mengintegrasikan teori bunga kas (time worth of cash), teori portofolio dan lain-lain. Fungsi Manajemen Keuangan Fungsi manajemen keuangan cakupannya meliputi : Perencanaan Keuangan Tahapan pertama adalah perencanaan keuangan. Beberapa hal yang perlu dilakukan adalah menyusun rencana pemasukan, menyusun pengeluaran, dan aktivitas lain dalam periode tertentu. Penganggaran Keuangan Dalam upaya penganggaran keuangan, hal yang perlu dilakukan adalah membuat detal pemasukan dan pengeluaran. Pengelolaan Keuangan Dalam mengelola keuangan, penggunaan dana instansi ekonomi / perusahaan secara maksimal dilakukan dengan berbagai cara yang mungkin dapat dilakukan Pencarian Keuangan Pada point ini mencakup upaya mencari serta mengeksploitasi sumber dana yang didayagunakan untuk operasional aktivitas perusahaan. Penyimpanan Keuangan Dalam upaya penyimpanan keuangan, hal yang dilakukan adalah mengumpulkan dana perusahaan dan menyimpan / mengamankan dana tersebut. Pengendalian Keuangan Pengendalian keuangan adalah mengevaluasi dan memperbaiki sistem keuangan yang terdapat cacat di dalamnya. Pemeriksaan Keuangan Pemeriksaan keuangan dilakukan dengan cara mengaudit internal sistem keuangan yang diterapkan oleh perusahaan guna mengantisipasi adanya penyimpangan. Pelaporan Keuangan Pelaporan keuangan sangatlah penting sebagai upaya penyediaan informasi tentang kondisi keuangan instansi ekonomi / perusahaan terlebih sebagai bahan evaluasi. Tujuan Manajemen Keuangan Tujuan dari manajemen keuangan ialah untuk optimalisasi berkenaan dengan nilai perusahaan. Apabila dikemudian hari aset-aset perusahaan akan dijual, maka harga dapat disesuaikan dengan harga yang ideal. Prinsip Manajemen Keuangan Administrasi moneter mungkin merupakan bagian terpenting dalam segala hal yang berhubungan dengan aktivitas keuangan. Sebenarnya, administrasi moneter diliputi dengan berbagai prinsip. Aturan ini disinggung sebagai pedoman administrasi moneter. Beberapa prinsip tersebut antara lain: Konsistensi (Consistency) Konsistensi adalah aturan kesesuaian antara sistem dan kebijakan moneter dalam organisasi dalam hal tidak ada habisnya standar untuk mengaturnya. Cara yang tidak konsisten dalam mengelola uang mungkin akan memicu hal-hal yang tidak diinginkan seperti pengendalian keuangan dan lain sebagainya. Akuntabilitas (Accountability) Akuntabilitas adalah komitmen yang sah dan etis yang melekat pada setiap orang, perkumpulan, atau organisasi dalam memberikan penjelasan tentang bagaimana administrasi moneter diberikan oleh pihak luar. Masing-masing pihak harus memberikan klarifikasi terkait penggunaan sumber daya dan apa yang telah disepakati sehingga semuanya berjalan dengan transparansi yang tinggi. Transparansi Transparansi adalah suatu standar keterbukaan dalam menyajikan data mengenai rencana dan pergerakan segala macam bagi mereka yang memiliki kepentingan, termasuk laporan anggaran yang adil, selesai, tepat, ideal, yang dapat diakses dengan mudah. Viability Viability merupakan sebuah prinsip yang memberi penekanan terhadap penjagaan keuangan perusahaan dalam hal pengeluaran operasional yang harus disesuaikan dengan keuangan yang tersedia. Integrity Prinsip integrity memiliki maksud yakni tiap-tiap individu wajib memiliki tingkatan integritas yang mumpuni dalam upaya menjalankan aktivitas operasional. Standards Akutansi (Accounting Standards) Standar akutansi ialah prinsisp sistem akutansi yang menekankan pada standarisasi prinsip serta standar akutansi yang telah berlaku dengan tujuan memahami laporan keuangan agar mudah dimengerti. Tugas Pokok Manajemen Keuangan Tugas utama administrasi moneter mengingat keputusan untuk investasi, pendanaan kegiatan bisnis dan pembagian dividen organisasi, sehingga tugas administrator moneter adalah ingin meningkatkan nilai organisasi. Kegiatan penting lain yang harus dilakukan manajer keuangan menyangkut empat aspek, yaitu: Pertama, yaitu dalam perencanaan dan peramalan, dimana manajer keuangan harus bekerja sama dengan para manajer lain yang ikut bertanggung jawab atas perencanaan umum perusahaan. Kedua, manajer keuangan harus memusatkan perhatian pada berbagai keputusan investasi dan pembiayaan, serta segala hal yang berkaitan dengannya. Ketiga, manajer keuangan harus bekerja sama dengan para manajer lain di perusahaan agar perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin. Keempat, menyangkut penggunaan pasar uang dan pasar modal, manajer keuangan menghubungkan perusahaan dengan pasar keuangan, di mana dana dapat diperoleh dan surat berharga perusahaan dapat diperdagangkan. Dari ke empat aspek tersebut dapat disimpulkan bahwa tugas pokok manajer keuangan berkaitan dengan keputusan investasi dan pembiayaannya. Aktivitas Manajemen Keuangan Manajemen keuangan berhubungan dengan 3 aktivitas, yaitu : Aktivitas penggunaan dana, yaitu aktivitas untuk menginvestasikandana pada berbagai aktiva.  Alokasi dana berbentuk: Financial assets (aktiva finansial) yaitu selembar kertas berharga yang mempunyai nilai pasar karena mempunyai hak memperoleh penghasilan, misalnya: saham, sertifikat deposito, atau obligasi. Real assets (aktiva riil) yaitu aktiva nyata: tanah, bangunan, peralatan. Aktivitas perolehan dana, yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana, baik dari sumber dana internal maupun sumber dana eksternal perusahaan. Aktivitas pengelolaan aktiva, yaitu setelah dana diperoleh dan dialokasikan dalam bentuk aktiva, dana harus dikelola seefisien mungkin. Analisis Sumber Dana dan Penggunaannya Analisis sumber dana atau analisis dana sangat penting untuk administrasi moneter. Analisis ini berguna untuk mengetahui bagaimana dana tersebut digunakan dan dari mana dana tersebut berasal. Laporan yang menggambarkan awal mula sumber dana dan penggunaan dana. Perangkat logis yang dapat digunakan untuk menentukan kondisi dan pelaksanaan moneter organisasi adalah proporsi dan analisis yang sesuai. Langkah pertama dalam analisis sumber dan penggunaan dana adalah laporan perubahan yang disusun berdasarkan dua catatan moneter untuk dua periode. Laporan tersebut menjelaskan perubahan di setiap elemen yang mencerminkan sumber atau penggunaan dana. Sebagai aturan umum, rasio moneter yang ditentukan dapat dirangkai menjadi enam jenis, untuk lebih spesifik: Rasio Likuiditas, rasio ini untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya. Rasio Leverage, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa banyak dana yang di-supply oleh pemilik perusahaan dalam proporsinya dengan dana yang diperoleh dari kreditur perusahaan. Rasio Aktivitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam menggunakan sumber dayanya. Semua rasio aktifitas melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada berbagai jenis harta. Rasio Profitabilitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektifitas manajemen yang dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan. Rasio Pertumbuhan, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan mempertahankan posisi ekonominya pertumbuhan ekonomi dan industri. Rasio Penilaian, rasio ini merupakan ukuran prestasi perusahaan yang paling lengkap oleh karena rasio tersebut mencemirkan kombinasi pengaruh dari rasio risiko dengan rasio hasil pengembalian. Keuangan Perusahaan Organisasi adalah suatu lembaga (organisasi) yang mengelola kegiatan usaha (bisnis) dan berkedudukan untuk menciptakan suatu keuntungan. Dalam setiap organisasi organisasi memiliki berbagai aspek seperti promosi, penciptaan, SDM dan uang, aspek-aspek ini harus dibuat karena (made due) secara tepat sehingga dapat mencapai tujuan pendirian organisasi. Salah satu aspek yang harus diwaspadai adalah aspek moneter organisasi melalui pelaksanaan uang korporasi para eksekutif (corporate money). Dalam memahami keuangan organisasi, perlu dibedakan antara keuangan pemilik dan keuangan organisasi secara jelas. Keuangan pemegang saham berada di rumah tangga pemilik, sedangkan keuangan organisasi berada di rumah tangga organisasi perusahaan yang terpisah. Laporan Keuangan Perusahaan Secara berkala (bulan/tahun) organisasi harus menawarkan ekspresi moneter. Ringkasan anggaran organisasi terdiri dari laporan aset, laporan pembayaran, dan laporan arus kas. Ringkasan anggaran organisasi sangat penting karena melalui laporan keuangan ini, berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar, sebenarnya ingin menilai pameran organisasi selama periode tertentu. Pihak-pihak yang berkepentingan dengan ringkasan anggaran organisasi adalah: eksekutif, pemilik, kreditur serta otoritas publik dan pihak lain yang berkepentingan dengan organisasi. Neraca ( Balance sheet ) Neraca merupakan laporan posisi keuangan pada saat tertentu yang terdiri dari kekayaan ( aktiva ), kewajiban dan ekuitas. Aktiva terdiri dari ; Aktiva lancar ( Current assets ) yaitu aktiva yang memiliki masa perputaran kurang dar satu periode pembukuan ( satu tahun ) Aktiva tetap atau aktiva jangka panjang ( Fixed asset and long-term assets ) yaitu aktiva yang memiliki masa perputaran lebih dari satu periode pembukuan ( satu tahun ). Aktiva lain ( Other assets ) yaitu aktiva yang tidak dapat dikatagorikan aktiva lancar maupun aktiva tetap diatas, misalnya hak paten, good will, investasi surat2 berharga jangka panjang. Kewajiban terdiri dari ; Kewajiban lancar yaitu kewajiban / hutang yang harus dibayar pada tahun berjalan, seperti hutang dagang, hutang biaya, hutang bank yang jatuh tempo dll. Kewajiban / hutang jangka panjang yaitu hutang yang memiliki jangka waktu lebih dari satu tahun. Ekuitas Ekuitas merupakan kekayaan bersih dari perusahaan yang menjadi hak pemilik perusahaan dan sering disebut sebagai modal sendiri. Rugi / Laba ( Income statement ) Laporan Laba / Rugi merupakan laporan kegiatan operasi perusahaan yang terdiri dari penerimaan dikurangi dengan seluruh beban ( biaya ) dalam periode tertentu. Aliran Kas ( Cashflow ) Laporan arus kas menggambarkan penerimaan dan pengeluaran kas untuk jangka waktu tertentu ( biasanya satu tahun ). Arus kas terdiri dari ; Arus kas dari operasi dan Arus kas dari pendanaan Arus Kas dari Operasi Arus Kas dari Pendanaan

Manajemen Keuangan, Pengertian, Perkembangan, Fungsi, Tujuan, Prinsip, Tugas, Aktivitas, Analisis, Laporan Dan Para Ahli

Posted on

anwarsigit.com - Manajemen Moneter Pengertian, Perkembangan, Fungsi, Tujuan, Asas, Tugas, Kegiatan, Analisis, Pelaporan, Pakar: Administrasi keuangan adalah kegiatan yang terdiri dari penataan, pemeriksaan, perencanaan, pengendalian, pengadaan, dan penyimpanan dana yang diklaim oleh suatu organisasi. organisasi atau organisasi.  Pengertian Manajemen Keuangan  Definisi administrasi moneter cukup beragam seperti yang ditunjukkan oleh penerjemah. Menurut Prof. Dr. Bambang Riyanto administrasi moneter adalah “segala kegiatan organisasi yang berhubungan dengan usaha untuk mendapatkan dana yang diperlukan oleh organisasi dan usaha untuk menggunakan dana tersebut dengan sebaik-baiknya”. Dari segi administrasi, pengertian ini berarti bahwa administrasi moneter meliputi pengaturan, pemeriksaan, dan pengendalian kegiatan moneter organisasi.  Administrasi moneter adalah kegiatan yang terdiri dari mengatur, memeriksa, merencanakan, mengendalikan, memperoleh, dan menyimpan dana yang dimiliki oleh suatu kantor, organisasi atau organisasi.  Pengertian Manajemen Keuangan Menurut Para Ahli   Para ahli ekonomi memberikan pandangannya terhadap konsep manajemen keuangan, diantaranya ialah :  Bambang Ryanto  Penatausahaan moneter adalah kegiatan yang dilakukan oleh lembaga/perusahaan keuangan yang berhubungan erat dengan dunia usaha dalam memperoleh dana yang diperlukan dengan biaya yang paling kecil dengan syarat dan upaya yang ideal untuk menggunakan dana secara nyata dan efisien.  Liehman  Manajemen Keuangan ialah sebuah upaya dalam menyediakan uang serta mendayagunakannya untuk memperoleh aktiva (aset)  James Van Horne  Manajemen keuangan ialah setiap aktivitas yang erat kaitannya dengan upaya perolehan dana dan managerialisasi aset (aktiva) dengan tujuan menyeluruh  Perkembangan Manajemen Keuangan  Disiplin uang telah berkembang dari disiplin deskriptif menjadi lebih berwawasan dan teoretis. Kemajuan ini karena banyaknya kontribusi para ekonom dalam pendefinisian teori moneter seperti gagasan perencanaan modal dengan mengintegrasikan teori bunga kas (time worth of cash), teori portofolio dan lain-lain.  Fungsi Manajemen Keuangan  Fungsi manajemen keuangan cakupannya meliputi :  Perencanaan Keuangan  Tahapan pertama adalah perencanaan keuangan. Beberapa hal yang perlu dilakukan adalah menyusun rencana pemasukan, menyusun pengeluaran, dan aktivitas lain dalam periode tertentu.  Penganggaran Keuangan  Dalam upaya penganggaran keuangan, hal yang perlu dilakukan adalah membuat detal pemasukan dan pengeluaran.  Pengelolaan Keuangan  Dalam mengelola keuangan, penggunaan dana instansi ekonomi / perusahaan secara maksimal dilakukan dengan berbagai cara yang mungkin dapat dilakukan  Pencarian Keuangan  Pada point ini mencakup upaya mencari serta mengeksploitasi sumber dana yang didayagunakan untuk operasional aktivitas perusahaan.  Penyimpanan Keuangan  Dalam upaya penyimpanan keuangan, hal yang dilakukan adalah mengumpulkan dana perusahaan dan menyimpan / mengamankan dana tersebut.  Pengendalian Keuangan  Pengendalian keuangan adalah mengevaluasi dan memperbaiki sistem keuangan yang terdapat cacat di dalamnya.  Pemeriksaan Keuangan  Pemeriksaan keuangan dilakukan dengan cara mengaudit internal sistem keuangan yang diterapkan oleh perusahaan guna mengantisipasi adanya penyimpangan.  Pelaporan Keuangan  Pelaporan keuangan sangatlah penting sebagai upaya penyediaan informasi tentang kondisi keuangan instansi ekonomi / perusahaan terlebih sebagai bahan evaluasi.  Tujuan Manajemen Keuangan  Tujuan dari manajemen keuangan ialah untuk optimalisasi berkenaan dengan nilai perusahaan. Apabila dikemudian hari aset-aset perusahaan akan dijual, maka harga dapat disesuaikan dengan harga yang ideal.  Prinsip Manajemen Keuangan  Administrasi moneter mungkin merupakan bagian terpenting dalam segala hal yang berhubungan dengan aktivitas keuangan. Sebenarnya, administrasi moneter diliputi dengan berbagai prinsip. Aturan ini disinggung sebagai pedoman administrasi moneter. Beberapa prinsip tersebut antara lain:  Konsistensi (Consistency)  Konsistensi adalah aturan kesesuaian antara sistem dan kebijakan moneter dalam organisasi dalam hal tidak ada habisnya standar untuk mengaturnya. Cara yang tidak konsisten dalam mengelola uang mungkin akan memicu hal-hal yang tidak diinginkan seperti pengendalian keuangan dan lain sebagainya.  Akuntabilitas (Accountability)  Akuntabilitas adalah komitmen yang sah dan etis yang melekat pada setiap orang, perkumpulan, atau organisasi dalam memberikan penjelasan tentang bagaimana administrasi moneter diberikan oleh pihak luar.  Masing-masing pihak harus memberikan klarifikasi terkait penggunaan sumber daya dan apa yang telah disepakati sehingga semuanya berjalan dengan transparansi yang tinggi.  Transparansi   Transparansi adalah suatu standar keterbukaan dalam menyajikan data mengenai rencana dan pergerakan segala macam bagi mereka yang memiliki kepentingan, termasuk laporan anggaran yang adil, selesai, tepat, ideal, yang dapat diakses dengan mudah.  Viability  Viability merupakan sebuah prinsip yang memberi penekanan terhadap penjagaan keuangan perusahaan dalam hal pengeluaran operasional yang harus disesuaikan dengan keuangan yang tersedia.  Integrity  Prinsip integrity memiliki maksud yakni tiap-tiap individu wajib memiliki tingkatan integritas yang mumpuni dalam upaya menjalankan aktivitas operasional.  Standards Akutansi (Accounting Standards)  Standar akutansi ialah prinsisp sistem akutansi yang menekankan pada standarisasi prinsip serta standar akutansi yang telah berlaku dengan tujuan memahami laporan keuangan agar mudah dimengerti.  Tugas Pokok Manajemen Keuangan  Tugas utama administrasi moneter mengingat keputusan untuk investasi, pendanaan kegiatan bisnis dan pembagian dividen organisasi, sehingga tugas administrator moneter adalah ingin meningkatkan nilai organisasi.  Kegiatan penting lain yang harus dilakukan manajer keuangan menyangkut empat aspek, yaitu:  Pertama, yaitu dalam perencanaan dan peramalan, dimana manajer keuangan harus bekerja sama dengan para manajer lain yang ikut bertanggung jawab atas perencanaan umum perusahaan.  Kedua, manajer keuangan harus memusatkan perhatian pada berbagai keputusan investasi dan pembiayaan, serta segala hal yang berkaitan dengannya.  Ketiga, manajer keuangan harus bekerja sama dengan para manajer lain di perusahaan agar perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin. Keempat, menyangkut penggunaan pasar uang dan pasar modal, manajer keuangan menghubungkan perusahaan dengan pasar keuangan, di mana dana dapat diperoleh dan surat berharga perusahaan dapat diperdagangkan.   Dari ke empat aspek tersebut dapat disimpulkan bahwa tugas pokok manajer keuangan berkaitan dengan keputusan investasi dan pembiayaannya.  Aktivitas Manajemen Keuangan  Manajemen keuangan berhubungan dengan 3 aktivitas, yaitu :  Aktivitas penggunaan dana, yaitu aktivitas untuk menginvestasikandana pada berbagai aktiva.  Alokasi dana berbentuk: Financial assets (aktiva finansial) yaitu selembar kertas berharga yang mempunyai nilai pasar karena mempunyai hak memperoleh penghasilan, misalnya: saham, sertifikat deposito, atau obligasi.  Real assets (aktiva riil) yaitu aktiva nyata: tanah, bangunan, peralatan. Aktivitas perolehan dana, yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana, baik dari sumber dana internal maupun sumber dana eksternal perusahaan. Aktivitas pengelolaan aktiva, yaitu setelah dana diperoleh dan dialokasikan dalam bentuk aktiva, dana harus dikelola seefisien mungkin.   Analisis Sumber Dana dan Penggunaannya  Analisis sumber dana atau analisis dana sangat penting untuk administrasi moneter. Analisis ini berguna untuk mengetahui bagaimana dana tersebut digunakan dan dari mana dana tersebut berasal. Laporan yang menggambarkan awal mula sumber dana dan penggunaan dana. Perangkat logis yang dapat digunakan untuk menentukan kondisi dan pelaksanaan moneter organisasi adalah proporsi dan analisis yang sesuai.  Langkah pertama dalam analisis sumber dan penggunaan dana adalah laporan perubahan yang disusun berdasarkan dua catatan moneter untuk dua periode. Laporan tersebut menjelaskan perubahan di setiap elemen yang mencerminkan sumber atau penggunaan dana. Sebagai aturan umum, rasio moneter yang ditentukan dapat dirangkai menjadi enam jenis, untuk lebih spesifik:  Rasio Likuiditas, rasio ini untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya. Rasio Leverage, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa banyak dana yang di-supply oleh pemilik perusahaan dalam proporsinya dengan dana yang diperoleh dari kreditur perusahaan.  Rasio Aktivitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam menggunakan sumber dayanya. Semua rasio aktifitas melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada berbagai jenis harta. Rasio Profitabilitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektifitas manajemen yang dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan.  Rasio Pertumbuhan, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan mempertahankan posisi ekonominya pertumbuhan ekonomi dan industri. Rasio Penilaian, rasio ini merupakan ukuran prestasi perusahaan yang paling lengkap oleh karena rasio tersebut mencemirkan kombinasi pengaruh dari rasio risiko dengan rasio hasil pengembalian.   Keuangan Perusahaan  Organisasi adalah suatu lembaga (organisasi) yang mengelola kegiatan usaha (bisnis) dan berkedudukan untuk menciptakan suatu keuntungan. Dalam setiap organisasi organisasi memiliki berbagai aspek seperti promosi, penciptaan, SDM dan uang, aspek-aspek ini harus dibuat karena (made due) secara tepat sehingga dapat mencapai tujuan pendirian organisasi. Salah satu aspek yang harus diwaspadai adalah aspek moneter organisasi melalui pelaksanaan uang korporasi para eksekutif (corporate money).  Dalam memahami keuangan organisasi, perlu dibedakan antara keuangan pemilik dan keuangan organisasi secara jelas. Keuangan pemegang saham berada di rumah tangga pemilik, sedangkan keuangan organisasi berada di rumah tangga organisasi perusahaan yang terpisah.  Laporan Keuangan Perusahaan   Secara berkala (bulan/tahun) organisasi harus menawarkan ekspresi moneter. Ringkasan anggaran organisasi terdiri dari laporan aset, laporan pembayaran, dan laporan arus kas. Ringkasan anggaran organisasi sangat penting karena melalui laporan keuangan ini, berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar, sebenarnya ingin menilai pameran organisasi selama periode tertentu.  Pihak-pihak yang berkepentingan dengan ringkasan anggaran organisasi adalah: eksekutif, pemilik, kreditur serta otoritas publik dan pihak lain yang berkepentingan dengan organisasi.  Neraca ( Balance sheet )   Neraca merupakan laporan posisi keuangan pada saat tertentu yang terdiri dari kekayaan ( aktiva ), kewajiban dan ekuitas.  Aktiva terdiri dari ; Aktiva lancar ( Current assets ) yaitu aktiva yang memiliki masa perputaran kurang dar satu periode pembukuan ( satu tahun ) Aktiva tetap atau aktiva jangka panjang ( Fixed asset and long-term assets ) yaitu aktiva yang memiliki masa perputaran lebih dari satu periode pembukuan ( satu tahun ).  Aktiva lain ( Other assets ) yaitu aktiva yang tidak dapat dikatagorikan aktiva lancar maupun aktiva tetap diatas, misalnya hak paten, good will, investasi surat2 berharga jangka panjang.  Kewajiban terdiri dari ; Kewajiban lancar yaitu kewajiban / hutang yang harus dibayar pada tahun berjalan, seperti hutang dagang, hutang biaya, hutang bank yang jatuh tempo dll. Kewajiban / hutang jangka panjang yaitu hutang yang memiliki jangka waktu lebih dari satu tahun.  Ekuitas  Ekuitas merupakan kekayaan bersih dari perusahaan yang menjadi hak pemilik perusahaan dan sering disebut sebagai modal sendiri.  Rugi / Laba ( Income statement )  Laporan Laba / Rugi merupakan laporan kegiatan operasi perusahaan yang terdiri dari penerimaan dikurangi dengan seluruh beban ( biaya ) dalam periode tertentu.  Aliran Kas ( Cashflow )  Laporan arus kas menggambarkan penerimaan dan pengeluaran kas untuk jangka waktu tertentu ( biasanya satu tahun ). Arus kas terdiri dari ; Arus kas dari operasi dan Arus kas dari pendanaan  Arus Kas dari Operasi Arus Kas dari Pendanaananwarsigit.com – Manajemen Moneter Pengertian, Perkembangan, Fungsi, Tujuan, Asas, Tugas, Kegiatan, Analisis, Pelaporan, Pakar: Administrasi keuangan adalah kegiatan yang terdiri dari penataan, pemeriksaan, perencanaan, pengendalian, pengadaan, dan penyimpanan dana yang diklaim oleh suatu organisasi. organisasi atau organisasi.

Pengertian Manajemen Keuangan

Definisi administrasi moneter cukup beragam seperti yang ditunjukkan oleh penerjemah. Menurut Prof. Dr. Bambang Riyanto administrasi moneter adalah “segala kegiatan organisasi yang berhubungan dengan usaha untuk mendapatkan dana yang diperlukan oleh organisasi dan usaha untuk menggunakan dana tersebut dengan sebaik-baiknya”. Dari segi administrasi, pengertian ini berarti bahwa administrasi moneter meliputi pengaturan, pemeriksaan, dan pengendalian kegiatan moneter organisasi.

Administrasi moneter adalah kegiatan yang terdiri dari mengatur, memeriksa, merencanakan, mengendalikan, memperoleh, dan menyimpan dana yang dimiliki oleh suatu kantor, organisasi atau organisasi.

Pengertian Manajemen Keuangan Menurut Para Ahli

Para ahli ekonomi memberikan pandangannya terhadap konsep manajemen keuangan, diantaranya ialah :

  • Bambang Ryanto

Penatausahaan moneter adalah kegiatan yang dilakukan oleh lembaga/perusahaan keuangan yang berhubungan erat dengan dunia usaha dalam memperoleh dana yang diperlukan dengan biaya yang paling kecil dengan syarat dan upaya yang ideal untuk menggunakan dana secara nyata dan efisien.

  • Liehman

Manajemen Keuangan ialah sebuah upaya dalam menyediakan uang serta mendayagunakannya untuk memperoleh aktiva (aset)

  • James Van Horne

Manajemen keuangan ialah setiap aktivitas yang erat kaitannya dengan upaya perolehan dana dan managerialisasi aset (aktiva) dengan tujuan menyeluruh

Perkembangan Manajemen Keuangan

Disiplin uang telah berkembang dari disiplin deskriptif menjadi lebih berwawasan dan teoretis. Kemajuan ini karena banyaknya kontribusi para ekonom dalam pendefinisian teori moneter seperti gagasan perencanaan modal dengan mengintegrasikan teori bunga kas (time worth of cash), teori portofolio dan lain-lain.

Fungsi Manajemen Keuangan

Fungsi manajemen keuangan cakupannya meliputi :

  1. Perencanaan Keuangan

Tahapan pertama adalah perencanaan keuangan. Beberapa hal yang perlu dilakukan adalah menyusun rencana pemasukan, menyusun pengeluaran, dan aktivitas lain dalam periode tertentu.

  1. Penganggaran Keuangan

Dalam upaya penganggaran keuangan, hal yang perlu dilakukan adalah membuat detal pemasukan dan pengeluaran.

  1. Pengelolaan Keuangan

Dalam mengelola keuangan, penggunaan dana instansi ekonomi / perusahaan secara maksimal dilakukan dengan berbagai cara yang mungkin dapat dilakukan

  1. Pencarian Keuangan

Pada point ini mencakup upaya mencari serta mengeksploitasi sumber dana yang didayagunakan untuk operasional aktivitas perusahaan.

  1. Penyimpanan Keuangan

Dalam upaya penyimpanan keuangan, hal yang dilakukan adalah mengumpulkan dana perusahaan dan menyimpan / mengamankan dana tersebut.

  1. Pengendalian Keuangan
READ ALSO :   Siap Dirilis di RI, Samsung Galaxy M52 5G Punya Kamera 64 MP

Pengendalian keuangan adalah mengevaluasi dan memperbaiki sistem keuangan yang terdapat cacat di dalamnya.

  1. Pemeriksaan Keuangan

Pemeriksaan keuangan dilakukan dengan cara mengaudit internal sistem keuangan yang diterapkan oleh perusahaan guna mengantisipasi adanya penyimpangan.

  1. Pelaporan Keuangan

Pelaporan keuangan sangatlah penting sebagai upaya penyediaan informasi tentang kondisi keuangan instansi ekonomi / perusahaan terlebih sebagai bahan evaluasi.

Tujuan Manajemen Keuangan

Tujuan dari manajemen keuangan ialah untuk optimalisasi berkenaan dengan nilai perusahaan. Apabila dikemudian hari aset-aset perusahaan akan dijual, maka harga dapat disesuaikan dengan harga yang ideal.

Prinsip Manajemen Keuangan

Administrasi moneter mungkin merupakan bagian terpenting dalam segala hal yang berhubungan dengan aktivitas keuangan. Sebenarnya, administrasi moneter diliputi dengan berbagai prinsip. Aturan ini disinggung sebagai pedoman administrasi moneter. Beberapa prinsip tersebut antara lain:

  • Konsistensi (Consistency)

Konsistensi adalah aturan kesesuaian antara sistem dan kebijakan moneter dalam organisasi dalam hal tidak ada habisnya standar untuk mengaturnya. Cara yang tidak konsisten dalam mengelola uang mungkin akan memicu hal-hal yang tidak diinginkan seperti pengendalian keuangan dan lain sebagainya.

  • Akuntabilitas (Accountability)

Akuntabilitas adalah komitmen yang sah dan etis yang melekat pada setiap orang, perkumpulan, atau organisasi dalam memberikan penjelasan tentang bagaimana administrasi moneter diberikan oleh pihak luar.

Masing-masing pihak harus memberikan klarifikasi terkait penggunaan sumber daya dan apa yang telah disepakati sehingga semuanya berjalan dengan transparansi yang tinggi.

  • Transparansi

Transparansi adalah suatu standar keterbukaan dalam menyajikan data mengenai rencana dan pergerakan segala macam bagi mereka yang memiliki kepentingan, termasuk laporan anggaran yang adil, selesai, tepat, ideal, yang dapat diakses dengan mudah.

  • Viability

Viability merupakan sebuah prinsip yang memberi penekanan terhadap penjagaan keuangan perusahaan dalam hal pengeluaran operasional yang harus disesuaikan dengan keuangan yang tersedia.

  • Integrity

Prinsip integrity memiliki maksud yakni tiap-tiap individu wajib memiliki tingkatan integritas yang mumpuni dalam upaya menjalankan aktivitas operasional.

  • Standards Akutansi (Accounting Standards)

Standar akutansi ialah prinsisp sistem akutansi yang menekankan pada standarisasi prinsip serta standar akutansi yang telah berlaku dengan tujuan memahami laporan keuangan agar mudah dimengerti.

Tugas Pokok Manajemen Keuangan

Tugas utama administrasi moneter mengingat keputusan untuk investasi, pendanaan kegiatan bisnis dan pembagian dividen organisasi, sehingga tugas administrator moneter adalah ingin meningkatkan nilai organisasi.

Kegiatan penting lain yang harus dilakukan manajer keuangan menyangkut empat aspek, yaitu:

  1. Pertama, yaitu dalam perencanaan dan peramalan, dimana manajer keuangan harus bekerja sama dengan para manajer lain yang ikut bertanggung jawab atas perencanaan umum perusahaan.
  2. Kedua, manajer keuangan harus memusatkan perhatian pada berbagai keputusan investasi dan pembiayaan, serta segala hal yang berkaitan dengannya.
  3. Ketiga, manajer keuangan harus bekerja sama dengan para manajer lain di perusahaan agar perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin.
  4. Keempat, menyangkut penggunaan pasar uang dan pasar modal, manajer keuangan menghubungkan perusahaan dengan pasar keuangan, di mana dana dapat diperoleh dan surat berharga perusahaan dapat diperdagangkan.
READ ALSO :   Inilah Pengertian Program - Komputer, Contoh, Aktivitas, Pakar

Dari ke empat aspek tersebut dapat disimpulkan bahwa tugas pokok manajer keuangan berkaitan dengan keputusan investasi dan pembiayaannya.

Aktivitas Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan berhubungan dengan 3 aktivitas, yaitu :

  1. Aktivitas penggunaan dana, yaitu aktivitas untuk menginvestasikandana pada berbagai aktiva.  Alokasi dana berbentuk:
  2. Financial assets (aktiva finansial) yaitu selembar kertas berharga yang mempunyai nilai pasar karena mempunyai hak memperoleh penghasilan, misalnya: saham, sertifikat deposito, atau obligasi.
  3. Real assets (aktiva riil) yaitu aktiva nyata: tanah, bangunan, peralatan.
  4. Aktivitas perolehan dana, yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana, baik dari sumber dana internal maupun sumber dana eksternal perusahaan.
  5. Aktivitas pengelolaan aktiva, yaitu setelah dana diperoleh dan dialokasikan dalam bentuk aktiva, dana harus dikelola seefisien mungkin.

Analisis Sumber Dana dan Penggunaannya

 

Analisis sumber dana atau analisis dana sangat penting untuk administrasi moneter. Analisis ini berguna untuk mengetahui bagaimana dana tersebut digunakan dan dari mana dana tersebut berasal. Laporan yang menggambarkan awal mula sumber dana dan penggunaan dana. Perangkat logis yang dapat digunakan untuk menentukan kondisi dan pelaksanaan moneter organisasi adalah proporsi dan analisis yang sesuai.

Langkah pertama dalam analisis sumber dan penggunaan dana adalah laporan perubahan yang disusun berdasarkan dua catatan moneter untuk dua periode. Laporan tersebut menjelaskan perubahan di setiap elemen yang mencerminkan sumber atau penggunaan dana. Sebagai aturan umum, rasio moneter yang ditentukan dapat dirangkai menjadi enam jenis, untuk lebih spesifik:

  1. Rasio Likuiditas, rasio ini untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya.
  2. Rasio Leverage, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa banyak dana yang di-supply oleh pemilik perusahaan dalam proporsinya dengan dana yang diperoleh dari kreditur perusahaan.
  3. Rasio Aktivitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam menggunakan sumber dayanya. Semua rasio aktifitas melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada berbagai jenis harta.
  4. Rasio Profitabilitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektifitas manajemen yang dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan.
  5. Rasio Pertumbuhan, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan mempertahankan posisi ekonominya pertumbuhan ekonomi dan industri.
  6. Rasio Penilaian, rasio ini merupakan ukuran prestasi perusahaan yang paling lengkap oleh karena rasio tersebut mencemirkan kombinasi pengaruh dari rasio risiko dengan rasio hasil pengembalian.

Keuangan Perusahaan

Organisasi adalah suatu lembaga (organisasi) yang mengelola kegiatan usaha (bisnis) dan berkedudukan untuk menciptakan suatu keuntungan. Dalam setiap organisasi organisasi memiliki berbagai aspek seperti promosi, penciptaan, SDM dan uang, aspek-aspek ini harus dibuat karena (made due) secara tepat sehingga dapat mencapai tujuan pendirian organisasi. Salah satu aspek yang harus diwaspadai adalah aspek moneter organisasi melalui pelaksanaan uang korporasi para eksekutif (corporate money).

READ ALSO :   Tips Beli Saham GoTo & Perusahaan Lain yang IPO, Dijamin Cuan!

Dalam memahami keuangan organisasi, perlu dibedakan antara keuangan pemilik dan keuangan organisasi secara jelas. Keuangan pemegang saham berada di rumah tangga pemilik, sedangkan keuangan organisasi berada di rumah tangga organisasi perusahaan yang terpisah.

Laporan Keuangan Perusahaan

Secara berkala (bulan/tahun) organisasi harus menawarkan ekspresi moneter. Ringkasan anggaran organisasi terdiri dari laporan aset, laporan pembayaran, dan laporan arus kas. Ringkasan anggaran organisasi sangat penting karena melalui laporan keuangan ini, berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar, sebenarnya ingin menilai pameran organisasi selama periode tertentu.

Pihak-pihak yang berkepentingan dengan ringkasan anggaran organisasi adalah: eksekutif, pemilik, kreditur serta otoritas publik dan pihak lain yang berkepentingan dengan organisasi.

Neraca ( Balance sheet )

Neraca merupakan laporan posisi keuangan pada saat tertentu yang terdiri dari kekayaan ( aktiva ), kewajiban dan ekuitas.

Aktiva terdiri dari ;

    1. Aktiva lancar ( Current assets ) yaitu aktiva yang memiliki masa perputaran kurang dar satu periode pembukuan ( satu tahun )
    2. Aktiva tetap atau aktiva jangka panjang ( Fixed asset and long-term assets ) yaitu aktiva yang memiliki masa perputaran lebih dari satu periode pembukuan ( satu tahun ).
    3. Aktiva lain ( Other assets ) yaitu aktiva yang tidak dapat dikatagorikan aktiva lancar maupun aktiva tetap diatas, misalnya hak paten, good will, investasi surat2 berharga jangka panjang.

Kewajiban terdiri dari ;

    1. Kewajiban lancar yaitu kewajiban / hutang yang harus dibayar pada tahun berjalan, seperti hutang dagang, hutang biaya, hutang bank yang jatuh tempo dll.
    2. Kewajiban / hutang jangka panjang yaitu hutang yang memiliki jangka waktu lebih dari satu tahun.

Ekuitas

Ekuitas merupakan kekayaan bersih dari perusahaan yang menjadi hak pemilik perusahaan dan sering disebut sebagai modal sendiri.

Rugi / Laba ( Income statement )

Laporan Laba / Rugi merupakan laporan kegiatan operasi perusahaan yang terdiri dari penerimaan dikurangi dengan seluruh beban ( biaya ) dalam periode tertentu.

Aliran Kas ( Cashflow )

Laporan arus kas menggambarkan penerimaan dan pengeluaran kas untuk jangka waktu tertentu ( biasanya satu tahun ). Arus kas terdiri dari ; Arus kas dari operasi dan Arus kas dari pendanaan

  • Arus Kas dari Operasi
  • Arus Kas dari Pendanaan

Leave a Reply

Your email address will not be published.